REVIEW: Wireless Pompa ASI MOOIMOM


Pada 2 mei 2021 lalu, aku resmi menjadi seorang ibu. Setelah melewati hamper 3 minggu menjaga dan merawat Kara ternyata seorang ibu memang dituntut harus multitasking. Apalagi aku berniat untuk memberikan ASI eksklusif untuk Kara. Makanya, selain memberikan ASI secara langsung atau dbf (direct breast feeding), aku juga harus rutin memompa asi (pumping) agar produksi ASI terus meningkat.



Karena harus multitasking mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya, jadi aku merasa bahwa aku harus memiliki pompa asi yang memudahkan seperti MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump atau Pompa ASI Elektrik Wireless. Aku jelasin dulu ya tentang MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump.






MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump
.
Produk ini diklaim dapat membantu para ibu untuk menyusui dengan nyaman dan elegan. Ibu tetap bisa beraktivitas seperti biasa namun tidak lupa untuk memompa ASI agar dapat memberikan ASI yang berkualitas untuk Si Kecil.

MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump ini bisa didapatkan di official website MOOIMOM dengan harga Rp990.000,- 



Pada satu set kemasan MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump terdapat komponen berikut ini:

1. Buku petunjuk penggunaan
2. Mesin Pompa

Memiliki 2 mode: pijat dan pompa + mode pengingat otomatis

Tahap stimulasi ASI/ piijat: terdiri dari 60-70 siklus per menit, merangsang ASI keluar lebih lancar

* Tahap pemompaan ASI lambat, 30-60 siklus per menit, untuk memerah ASI dengan nyaman dan santai

3. Kabel USB

4. Pelindung Payudara Silikon

Dapat menutupi payudara hingga 360 derajat, cocok untuk berbagai bentuk payudara, serta memperlancar pengeluaran ASI

5. Konektor internal

6. Diafragma Silikon

Food grade dan aman untuk ASI dengan desain yang lebar, besar dan luas
Memiliki daya tamping hingga 200ml

7. Katup (valve)

8. Wadah pengumpul ASI

9. Tali pegatur bra

Tambahan: 1 katup dan 2 karet silicon



Komponen yang digunakan untuk memompa dan menampung ASI (nomor 4-8) bisa dibersihkan dan dicuci agar tetap steril dan kebersihan ASI juga terjaga. Mesin pompa cukup kecil dan ringan sehingga praktis untuk dibawa berpergian.










Review singkat:
Awalnya aku agak skeptis dengan pompa asi handsfree. Takut hasilnya tidak memuaskan jika dibandingkan pompa asi elektrik non-handsfree. Setelah mencoba selama hampir 3 minggu terakhir ternyata MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump cukup memuaskan. 

Mesin pompa asi ini hanya terdiri dari 4 tombol: power, mode (pijat/menyusui), tombol + dan - untuk menentukan level yang digunakan. Mode pijat dan pompanya memiliki hisapan yang cukup kuat tapi tetap nyaman dipakai. Biasanya aku memakai mode pijat di level 1 dan mode pompa di level 3.

Bahan silikon yang menempel langsung pada payudara lembut, ramah di kulit, dan tidak sakit. Diameternya lubang nipples juga cukup besar mulai dari 24-27mm. Ukuran wadah penampung ASI juga cukup besar sehingga daya tampung juga lebih banyak, yaitu hingga 200ml. Setelah selesai pumping juga bisa langsung tuang melalui celah lubang pada wadah, sehingga ASI tetap aman dan bisa dituang dengan mudah.

Hasil pumping dengan MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump juga cukup memuaskan dan bisa bikin payudara terasa ‘lega’. MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump sangat praktis. Cara pakainya cukup ditempel ke payudara dan disanggah dengan bra. Pompa ini juga cukup ringan, tidak mengganggu saat melakukan aktivitas lain. 

Oh iya, suaranya juga tidak bising, jadi tidak akan membangunkan Kara saat aku pumping di malam hari.

Worth to buy ga?
Menurut aku: Ya. Karena praktis banget, membantu new mom kayak aku yang harus mengerjakan ini itu tapi tetap bisa menjalankan kewajiban: pumping. Supaya ASI bisa makin banyak diproduksi. Ukurannya kecil dan travel-friendly, jadi ga makan banyak tempat. Ga ribet dengan selang pompa, corong, dan botol penampung asi seperti pompa asi yang non-wireless.




Bagaimana cara membersihkannya?

Selain mesin pompa, seluruh komponen yang digunakan untuk memompa ASI bisa dicuci. Jangan lupa gunakan sabun karena asi mengandung lemak, tidak cukup jika hanya dibilas dengan air saja. Hindari menggunakan uv sterilizer untuk komponen berbahan silicon. Aku pun hanya merendam di air panas untuk sterilisasi komponen MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump agar siap digunakan kembali.

Sebaiknya MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump tidak digunakan sambil tiduran karena ASI bisa tumpah lewat celah lubang nipples.





contoh hasil pumping ASIku di salah satu payudara


Gimana? Tertarik dengan Wireless Pompa ASI MOOIMOM ini? Kamu juga bisa dapetin diskon tambahan spesial 10% dengan menggunakan kode aku CYNDA10 untuk setiap pembelian produk di website MOOIMOM. Minimum pembelanjaan senilai 300ribu.

Semoga ulasan ini membantu ya!


Regards,
CYNDA

Pengalaman Periksa Mata untuk Ibu Hamil/ Sebelum Persalinan

 
"Mata minus kan ga bisa lahiran normal"
"Ah,,, jaman dulu ga ada tuh periksa-periksa mata, bisa aja lahiran normal"
"Ah itu mah bisa-bisanya dokter aja, alasan harus periksa mata, cek lab dan lain-lain " (kasarnya; cari cuan)

Ga sedikit aku temuin kalimat-kalimat sejenis ini di forum ibu hamil maupun omongan orang-orang tua jaman dulu. Aku secara pribadi sebenarnya lebih pro dengan perkembangan teknologi dan bidang kedokteran saat ini. Lagian kalau emang  ga bener, buat apa para dokter sekolah/ kuliah lama dan mahal? Ya, kan?

Pemeriksaan yang cukup banyak dalam rangka menuju persalinan tentunya dibuat dengan alasan tertentu, misalnya mendeteksi hal-hal yang kurang baik sedini mungkin dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan juga. Makanya, kadang aku agak sebal aja dengan pandangan orang kolot yang ga percaya dengan dokter. Padahal kalo sakit, berobatnya ke siapa coba? Ke dokter kan? Eh, tapi ga tau sih kalo masih ada yang percaya tradisional/ alternatif. Intinya, buat apa ada perkembangan teknologi kalau tidak dimanfaatkan dan menunjang pemeriksaan di bidang kedokteran supaya lebih akurat dan tepat sasaran?



REVIEW: MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow


Selama menjalani masa kehamilan ini, ada 1 barang yang buatku jadi kebutuhan, yaitu bantal hamil. Karena penting banget untuk ibu hamil bisa beristirahat dengan nyaman dan demi kesehatan ibu dan janin di perut. Pada awal masa kehamilan aku membeli bantal hamil di sebuah e-commerce. Cukup worth untuk dibeli namun tidak travel friendly dan fungsinya hanya sebagai bantal hamil saja/ kurang multifungsi.

Hingga akhirnya aku mencoba MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow yang bisa dibeli di mooimom.id. Para calon ibu pasti cukup familiar dengan brand yang satu ini karena selalu menghadirkan produk yang inovatif dan beragam. Salah satunya MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow.


Sisir Favorit: The Wet Brush


"Kirain semua sisir akan sama aja, ternyata punya pengaruh yang berbeda".

Waktu kecil mungkin kita memakai barang yang dibelikan oleh orang tua. Contohnya: salah satu sisir andalan mamaku adalah sisir vidal. Mamaku memiliki rambut yang tebal dan ikal dan agak 'bandel' jadi harus memakai sisir yang dirasa cukup kokoh, tangguh, dan mampu menaklukkan rambutnya dengan baik. Pernah suatu waktu mamaku mencoba sisir lain: alhasil sisir tersebut patah/ lemnya copot/ dan berbagai alasan lain yang bikin sisir jadi ga awet. Bisa dibilang sisir vidal menjadi sisir andalan keluarga kala itu.

Aku yang memiliki rambut lurus pun merasa semua sisir sama aja. Hingga akhirnya aku punya kesempatan untuk mencoba The Wet Brush. Sisir ini di klaim membuat proses menyisir rambut menjadi lebih mudah, tidak merusak rambut, dan rambut menjadi lebih sehat.


*kebetulan punya koleksi terbaru yang Disney Princess, soalnya sisir Wet Brush yang lama udah ga aesthetic buat di foto. LOL


Keunggulan yang diklaim oleh The Wet Brush:
- Dilengkapi bulu Intelliflex® eksklusif, sangat lembut dapat dengan mudah menguraikan rambut kusut (kusut akibat penataan rambut)
- Meminimalkan rasa sakit
- Melindungi rambut dari ujung bercabang dan patah/ mengurangi rambut rontok






Review Singkat
The Wet Brush punya berbagai macam jenis sisir yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan rambut. Kalau aku hanya memiliki The Wet Brush Detangle Original ukuran besar dan mini. Ukuran besar biasanya aku gunakan untuk sehari-hari saat di rumah. Ukuran mini lebih simpel untuk dibawa berpergian.

Sisir ini ringan dan cukup kokoh. Aku sering banget jatohin sisir dari berbagai ketinggian. Sejauh ini sih ga patah (atau belum ya? hehe). Brushnya lentur, ga kaku, dan tidak tajam. Sisir ini juga sangat nyaman digenggam.

Untuk kondisi normal sehari-hari, aku merasa The Wet Brush ini memang meminimalisir rambut rontok. Tidak ada rasa 'ketarik' saat menyisir dan rambut jadi tidak menggumpal2 yang memberikan kesan lepek alias lebih terurai setiap helaiannya. Hal ini juga didukung dengan penataan rambut sederhana untuk sehari-hari. Aku cukup jarang menata rambut, paling hanya catok lurus/curly yang simpel aja.

Lain halnya ketika hari pernikahan pada 15 Februari 2020 lalu. Rambutku harus disasak dan disanggul karena aku menggunakan adat Madura dan Betawi. Saat harus mengurai sasakan dan sanggul yang tersisa aku sudah membayangkan kekusutan yang akan terjadi. Tapi ternyata jauh lebih mudah diurai saat aku mencoba menyisir dengan The Wet Brush. Kayak apa yaaa... ya terurai aja sih, bukan yg langsung sekali sisir beres ya, tapi at least prosesnya ga menyakitkan dan ga makan waktu lama. Kamu akan mengerti saat kamu mencoba sendiri. Hahaha.

Setelah dihitung-hitung, aku bahkan punya 6 sisir The Wet Brush dengan motif desain yang berbeda (karena tergiur dengan motif dan warna yang menggemaskan). Bahkan ada 1 sisir mini yang udah jelek dan mengelupas tapi masih aku pakai. LOL.






Sisir juga harus dibersihkan!

Oh iya, meski sering dianggap "cuma sisir" jangan lupa ya untuk dibersihkan secara rutin. Kalau aku biasanya cukup dicuci dengan sampo + disikat dengan sikat gigi untuk menjangkau bagian dasar helaian brush nya. Sadar ga sadar, sisir juga menjadi sumber kotoran dan penyakit untuk rambut. Kebayang ga berapa banyak debu/ minyak/ kotoran yang menempel di sisir. Minimal 1 bulan sekali harus dibersihkan ya! 


Btw, ini postingan IG aku, udah cukup lama. Sisir paling kiri bukan wet brush. Kalo yang tengah itu favorit banget meskipun udah jelek dan mengelupas tp masih enak dipakai.


Harga
Untuk range harga The Wet Brush Dectangle sebenarnya cukup beragam tergantung dari koleksi dan motif yang ditawarkan. Namun, untuk edisi original dijual dengan harga 149ribu (ukuran besar) dan 89ribu (ukuran mini). Kalau yang edisi khusus/bermotif/ warna-warna lucu biasanya sedikit lebih mahal. Mungkin bisa berbeda 10-30ribuan.


Beli The Wet Brush di mana?
Produknya bisa kamu temukan dengan mudah secara offline maupun online. Untuk offline aku pernah menemukan di beberapa salon ternama. Untuk pembelian online bisa langsung ke Instagram https://www.instagram.com/thewetbrushindonesia/ pada link bionya akan mengarahkan kamu ke website dan beberapa e-commerce pilihan.


Semoga ulasan ini cukup membantu ya!


Regards,
CYNDA

REVIEW: Tupperware Classy Crystalline dengan Warna Peach yang Segar


Sebagai perempuan, siapa sih yang ga tertarik dengan alat rumah tangga? Apalagi kalau sudah menikah, rasanya hasrat untuk mendekor rumah dan memiliki peralatan rumah tangga yang cantik menjadi lebih tinggi. Tapi, bukan berarti harus lapar mata, jangan lupakan fungsi utama dari setiap barang yang dibeli ya! Nah, produk rumah tangga yang akan aku bahas kali ini tentunya memiliki banyak manfaat dan sudah dikenal sebagai brand yang paling digemari oleh para ibu, yaitu Tupperware.




Aku akan membahas Tupperware Classy Crystalline yang hadir dengan warna Peach di awal tahun 2021. Anyway, aku mendapatkan produk dan project review ini dari Clozette Indonesia.

Tupperware Classy Crystalline ini bisa dikatakan sebagai produk premium dari Tupperware yang elegan dan klasik. Tampilannya sedikit berbeda dari produk Tupperware dengan kelas dibawahnya yang cenderung terlihat sangat 'plastik'. Sedangkan Tupperware Classy Crystalline memiliki tampilan yang mewah dengan permukaan transparan + material kristal plastik yang aman dan anti noda.

Tupperware Classy Crystalline ini memiliki 3 keunggulan utama, yaitu:
1. REHEATABLE : dapat menghangatkan di dalam microwave,
2. SERVING: menyajikan hidangan di meja makan,
3. STORAGE: menyimpan kelebihan makanan yang dapat langsung disimpan dalam kulkas.





Aku mendapatkan set Tupperware Classy Crystalline yang terdiri dari:


a. Crystalline Soup Server 1pcs
b. Crystalline Saucy Server 1pcs
c. Crystalline Serving Platter 1pcs
d. Crystalline Oval Server 1pcs
e. Crystalline Serving Spoon 4pcs

Harga 1 set server: 1.485.000,-




Keempat wadah atau server ini memiliki desain dan fungsi yang berbeda. Terlihat dari tinggi wadah dan lebarnya, nama keempat wadah tersebut juga disesuaikan dengan fungsinya. Untuk wadah yang tinggi bisa digunakan untuk makanan berkuah. Wadah yang rendah bisa digunakan untuk makanan yang kering. Pada sisi wadah dilengkapi dengan pegangan, sehingga mudah untuk dibawa dan dipindahkan. Masing-masing juga dilengkapi dengan penutup wadah dan sendok penyajian yang serasi.


f. Crystalline Plate 6pcs (Harga Rp315.000,-)
g. Cristyalline Bowl 4pcs (Harga Rp170.000,-)
 




h. Cristalline Low Glass 4 pcs (Harga Rp210.000,-)
i. Crystalline Clear Pitcher 1.3L 1pcs (Harga Rp180.000,-)




Pitcher dan low glass yang serasi untuk menyajikan minuman personal. Keduanya dilengkapi dengan cover/ tutup. Untuk cover pada low glass juga bisa digunakan sebagai coaster atau tatakan gelas. Kamu bisa menyajikan berbagai minuman segar seperti infused water, jus, air putih, sirup, dan lainnya.


Meski terlihat banyak, produk Tupperware Classy Crystalline ini dapat disusun rapi dan menghemat ruang penyimpanan. Sehingga tidak memenuhi ruang dapur kita. So far, aku suka banget dengan Tupperware Classy Crystalline karena tampilannya 'mahal' dan cocok banget buat menyajikan makanan sehari-hari maupun saat acara kumpul keluarga. Penggunaannya juga mudah dan cukup tahan banting.

Oh iya, Tupperware Classy Crystalline juga bisa kamu beli di ofiicial website Tupperware berikut:
https://shop.tupperware.co.id/collections/all


Regards,
CYNDA

Early Maternity Photoshoot

Foto ini diambil saat Baby A berusia 27 minggu 3 hari dalam kandungan.
Kepulangan Papah yang ke-3 selama masa kehamilan (1; saat kontrol 12 minggu dan 2; saat kontrol 20 minggu).
Foto diambil oleh Onti Cyndi.















Regards,
CYNDA


1 Tahun Menjalani Long Distance Marriage (LDM)

Genap 1 tahun pernikahan.
Menjalani hari bersama-sama pasangan setiap hari tentu rasanya menyenangkan tapi juga ada kesulitan karena dua kepribadian yang berbeda harus beradaptasi kembali. Bagaimana dengan yang menjalani hubungan jarak jauh? Atau lebih familiar dikenal dengan LDM?

Buat aku, LDM jauh lebih sulit untuk dijalani karena tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan pasangan secara intens. Komunikasi pun hanya terbatas lewat videocall dan chat. Kebiasaan/ perilaku pasangan sehari-hari belum tentu dipahami sepenuhnya. Setelah 6 bulan pernikahan beberapa waktu lalu, aku pun memutuskan untuk ke tempat suami selama 2 minggu. 




Tinggal berdua di kost-an, menyiapkan keperluan suami untuk berangkat kerja dan menyambutnya kembali saat pulang kantor, ternyata menjadi pengalaman baru. Berbeda sekali rasanya. Aku jadi lebih memahami dan mengenal kebiasaan-kebiasaan kecil suami. Tentu saja tidak terlepas dari pertikaian kecil khas rumah tangga seperti meletakkan baju/cuci piring/makanan kesukaan dsb. Rasanya menyenangkan sekali punya kehidupan berdua. Karena sejak awal menikah, aku diminta untuk tinggal berdua dengan ibu mertua. Yap, menemani ibu mertua karena suamiku adalah anak tunggal yang sedang merantau bekerja.

Ternyata benar ya, sebaik-baiknya mertua, memang lebih nyaman jika kita tinggal berdua bareng suami aja (entah kost atau ngontrak bahkan jika punya rezeki berlebih bisa langsung membeli rumah sendiri), khususnya dari sisi pihak perempuan. Atau at least, tinggal dengan mertua tapi di rumah kita sendiri dengan aturan sendiri yang disepakati bersama suami. Karena akan selalu ada rasa sungkan dan harus mengikuti aturan si empunya rumah saat tinggal di rumah mertua. 

Meski demikian, semuanya kembali lagi pada cara komunikasi yang tepat. Aku dan suami sebisa mungkin berdiskusi tentang hal-hal yang kami inginkan. Sehingga kami bisa menemukan jalan tengah tanpa menyakiti berbagai pihak. Berhenti overthinking juga penting. Supaya aku tidak terpengaruh membayangkan hal-hal yang bisa saja tidak terjadi nantinya dan tidak menciptakan bad vibes untuk diri sendiri.

Satu tahun berjalan, aku juga menyadari, bahwa akan selalu ada banyak omongan buruk di luar sana yang mengomentari urusan rumah tangga orang lain. Sumpah, cuekkin aja omongan orang-orang itu. Haha. Gemes. Kalau aku bisa bersuara dan bersikap bodo amat, mungkin orang-orang yang kepo-an dan suka komentar udah aku semprot. Toh, beberapa dari mereka juga ga punya pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.

Oh iya, tepat di satu tahun pernikahan ini,  kami juga tidak sabar menanti kehadiran si kecil. Rasanya sangat excited!!! Tapi aku juga bersyukur menjalani kehamilan di masa pandemi ini cukup membuatku memiliki banyak waktu istirahat dan tidak banyak berinteraksi dengan orang-orang. Tidak perlu juga menghadapi omongan mitos-mitos aneh tentang kehamilan. Hahaha. Satu lagi, ga perlu juga melakukan tradisi nujuh bulanan karena jujur aku ga nyaman untuk menjadi objek + pusat perhatian/ menjalani tradisi tersebut. Apalagi yang harus pakai mandi/siraman. Hehe.

Doakan kami ya!


Regards,
CYNDA

Kulit Sehat dan Terhidrasi dari Luar dan Dalam Tubuh

Selama masa pandemi, aktivitas di luar ruang menjadi terbatas. Banyak perempuan yang menghabiskan waktu di rumah dengan berbagai kegiatan, tentunya tidak lupa untuk merawat kulit agar tetap cantik dan sehat. Apalagi dengan hadirnya trend glass skin & glowing skin membuat semua perempuan juga tidak ingin ketinggalan untuk mencoba berbagai produk unggulan demi mendapatkan glass skin & glowing skin.

Sayangnya, banyak yang melupakan bahwa kulit yang sehat tidak hanya didapat dengan perawatan kulit dari luar. Skincare yang affordable maupun high-end tentunya akan bekerja lebih maksimal jika tubuh juga didukung dengan nutrisi dan cairan yang cukup. Salah satu langkah mudahnya yaitu mendapatkan asupan air mineral yang cukup setiap harinya. Coba diingat lagi deh, apakah kamu yakin sudah mengonsumsi air mineral 2 liter sehari? 




Masih banyak loh yang tidak memenuhi asupan air mineral 2 liter sehari. Tidak jarang aku pun bertemu dengan orang-orang yang tidak suka minum air mineral. Padahal air mineral punya peran penting untuk tubuh, yaitu: 

- Mencegah batu ginjal
- Melancarkan system pencernaan
- Menjaga kesehatan kulit
- Membantu penyerapan nutrisi
- Menjaga suhu tubuh
- Mencegah dehidrasi, dan masih banyak manfaat baik lainnya.

Beberapa pengalaman kurang menyenangkan yang pernah aku alami saat kurang mengonsumsi air mineral, misalnya: sembelit/ BAB tidak teratur, kulit kering dan kusam, tubuh terasa tidak segar atau mudah lelah, bahkan sakit pinggang karena terlalu lama duduk tapi kurang asupan cairan. Apalagi selama masa kehamilan, sebagai ibu hamil, aku harus banyak mengonsumsi air mineral. Makanya, sebisa mungkin aku berusaha untuk mengonsumsi minimal 2L air mineral setiap hari. 

Namun, aku juga ga asal minum air mineral. Tentunya kualitas air mineral yang diminum juga harus diperhatikan. Pasti pernah ngerasain kan air mineral yang dimasak rasanya berbeda dengan air minum kemasan? Oleh karena itu, pilihlah air mineral yang berkualitas tinggi seperti Aqua Reflections memiliki kemurnian air mineral pegunungan berkualitas tinggi dan diproses dengan teknologi tercanggih. Oleh karena itu, aku memilih untuk mengonsumsi Aqua Reflections yang hadir dalam kemasan botol kaca. Nah, baru-baru ini Aqua Reflections berkolaborasi dengan Sociolla loh




Keselarasan kesehatan kulit dengan kecukupan konsumsi air mineral membuat Sociolla dan Aqua Reflections berkolaborasi menghadirkan edisi special Aqua Reflections x Sociolla yang didesain khusus dengan ciri khas sociolla. Tema yang diangkat adalah “Hydrate to Radiate”. Sociolla dan Aqua ingin mengingatkan kembali pada konsumen bahwa kulit yang baik dan seimbang akan lebih optimal dan mudah diwujudkan dengan hidrasi dari luar dan dalam. Minum air mineral untuk hidrasi dari dalam dan gunakan skincare yang baik dan tepat untuk menghidrasi dari luar. 

Pada kemasan botol Aqua Reflections x Sociolla terdapat gambar XOXO yang terinspirasi dari simbol “Batik Kawung” yang dipercaya memiliki makna sebagai “Hati yang Murni”. Nama Kawung pun berasal dari buah kawung atau buah kolang-kaling yang memiliki daging buah yang berwarna putih dan kulit buah yang keras, sehingga terciptalah filosofi “hati yang murni”. 




Jika biasanya kamu menjumpai kemasan Aqua dari bahan plastik, kali ini Aqua hadir dengan kemasan botol kaca. Namun, ini bukan pertama kalinya. Aqua juga pernah berkolaborasi dengan pihak lain atau kamu bisa menemukan Aqua kemasan kaca ini di restoran atau hotel-hotel bintang lima tertentu. 

Oh iya, selain desainnya yang unik, botol limited edition AQUA Reflections x Sociolla juga bisa di scan QR untuk mendapatkan kejutan spesial, lho! Saat scan QR code, kamu akan langsung diarahkan untuk log in atau sign up SOCO ID dan mendapatkan e-voucher senilai Rp25.000 terbatas sampai 31 Desember 2020. Menarik banget, kan? Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan botol limited edition AQUA Reflections x Sociolla di seluruh offline store Sociolla.




Kolaborasi Aqua Reflections x Sociolla juga didukung oleh berbagai brand kecantikan:
1. @Ariul_id – Ariul Micellar Water
Ariul Smooth & Pure Micellar Water membersihkan kotoran, debu dan riasan dari wajah secara efektif tanpa dibilas. Formulanya ringan dan lembut sehingga aman untuk dipakai sehari-hari. Dengan pH 5.6 dapat membantu menormalkan kondisi kulit dan Micellar Plus Solution yang melindungi kulit sekaligus menyediakan kelembapan penuh
2. @klorane_idn – Fleur de CupuacuUltra Nourishing Body Lotion
Body Lotion ini untuk kulit kering dan sangat kering dengan tekstur krim yang melembapkan kulit dengan intens. Dapat melembabkan dan menutrisi kulit hingga 24 jam, cepat diserap kulit, dan tidak lengket. Paraben-free, MIT-free, phenoxyethanol-free, alcohol-free, BHT-free, EDTA-free.
3. @koreanaestheticskincare_id - AHC Hyaluronic Cleansing Foam
Produk pembersih wajah dengan kandungan Hyaluronic Acid dan Moringa Seed untuk mengangkat residu dan kotoran dngan maksimal.
4. @sukinskincare_idn – Sukin Signature Original Hydrating Mist Toner
Toner yang cocok untuk semua jenis kulit. Memberikan kesegaran, melembapkan dan menenangkan kulit yang lelah. Tanpa alkohol.
5. @mediheal_idn – Mediheal N.M.F AQUAring Ampule Mask Ex
Masker dengan kandungan N.M.F (Natural Misture Factor) yang membantu memberikan dan menambahkan kelembaban yang melimpah ke kulit, menjadikannya lembab seketika. Jika digunakan dalam jangka panjang, masker ini dapat mengatasi alergi yang disebabkan oleh kulit kering.


Informasi tambahan:
Kamu juga bisa loh mendapatkan set Hydration Box dari Sociolla. Caranya gampang banget: 

Beli produk AQUAxSociolla di Sociolla Offline Store
● Minum & tunjukan botol AQUA sambil menggunakan Instagram filter AQUA x Sociolla yang bisa kamu temukan di Instagram @sociolla
● Peserta yang mengikuti challenge harus follow IG @sociolla, @beautyjournal, dan @aqua_reflections
● Simpan postingan kamu di IG Story Highlight dengan judul "AQUAxSociolla" dan jangan lupa & Comment "DONE" di postingan Giveaway AQUAxSociolla di Instagram @beautyjournal
● Pemenang akan mendapatkan hadiah menarik set Hydration Box lengkap dan masih banyak lagi yang bisa kamu cek di Instagram @BeautyJournal. Periode kompetisi hingga Februari 2021
● YUK ikutan skrg!


Regards,
Cynda

REVIEW L'Oréal Pure Clay Mask Illuminating


Bahas masker clay yang sempat hype banget yuk di awal kemunculannya pada 2018 lalu.


Tradisi Syukuran 4 Bulanan/ 7 Bulanan, Wajib Ga?

Jika tidak pandemi, mungkin saya dan suami sudah melakukannya.
Budget insha Allah ada tapi kondisi yang tidak mendukung.
Intinya satu "tidak perlu memberi makan ego" memaksakan acara besar ditengah pandemi.



Perubahan Tubuh Saat Masa Kehamilan

 Tulisan ini dibuat saat kehamilanku berusia 23 minggu.




Kalau mengetik di google, tentunya sudah banyak informasi tentang perubahan tubuh yang banyak terjadi saat masa kehamilan. Begitu pula dengan yang aku alami, memasuki usia kehamilan 23 minggu bisa dibilang sudah lumayan banyak perubahan tubuh yang terjadi, yaitu:


1. Kenaikan Berat Badan
Perubahan yang satu ini tentu bukan menjadi hal yang aneh. Namun, aku mengalami kenaikan BB yang cukup drastis saat memasuki bulan ke-4. Trimester pertama cukup struggle dengan mual, muntah, lemas, dan sensitif berlebihan terhadap bau. Saat masuk bulan ke-4 nafsu makan kembali dan cukup mengalami kenaikan berat badan dari 45-46kg menjadi 48kg lalu terus naik hingga saat ini berada di 54-55kg. Hanya dalam waktu 2 bulan, BB naik menjadi 10kg. 

Namun, saat ini aku mulai bisa mengontrol nafsu makan dan asupan makanan. Perbanyak aktivitas (jalan pagi), supaya BB lebih stabil. Aku juga memperbanyak konsumsi buah yang berserat supaya BAB lebih lancar. Biarpun orang-orang apalagi mertuaku bilang 'gpp makan banyak biar gemuk', tapi aku juga menghindari kenaikan BB berlebih supaya ga ada masalah di masa kehamilan mendatang. Mamaku sendiri juga punya riwayat selalu bengkak saat hamil dan kelahiran prematur. Semoga aja dengan BB yang lebih terkontrol aku juga bisa terhindari dari bengkak2 saat di TM 3 nanti.


2. Kulit Kering dan Berjerawat
Masalah kulit kering aku alami sejak awal kehamilan karena aku malas skincare atau lebih tepatnya ga berdaya buat skincare-an. Rasanya ga ada tenaga. Tapi sebisa mungkin aku ga skip skincare routine buat di bagian tubuh (khususnya perut). Tapi setelah melewati tepat 3 bulan, aku mulai rajin skincare-an dan kulit wajah mulai kembali normal (sempat kering bahkan mengelupas).

Jerawat? Jujur aku jarang banget jerawatan, kalaupun sering muncul di punggung, biasanya ga terlalu banyak dan hilang dengan cepat. Tapi hormon hamil ternyata bikin area punggung, pinggang belakang, pantat, dan paha muncul jerawat kecil seperti beruntusan + meninggalkan bekas yang menghitam. Jerawat juga muncul di wajah, tapi tidak sebanyak di area tubuh. Untuk sementara aku ikhtiar dengan mengoleskan krim khusus untuk iritasi & jerawat yang aman untuk ibu hamil. Tapi, katanya sih akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan nanti. Semoga yaaa...


3. Kulit Menghitam di Beberapa Bagian
Perubahan kulit yang satu ini muncul sejak trimester pertama. Area kulit yang menghitam/ menggelap yang aku alami sangat terasa/ terlihat di leher bagian belakang, ketiak, pantat, dan selangkangan. Ini juga ga bisa diubah, katanya akan menghilang/ memudar sendiri setelah melahirkan. Namun, aku berusaha untuk tetap merawatnya dengan luluran sebulan 2x dan selalu mengoleskan lotion/cream/ oil untuk menjaga kelembapan kulit. 


4. Payudara Membesar
Ini juga menjadi hal umum yang dialami ibu hamil. Aku sudah mencicil untuk membeli bra sejak trimester pertama. Mencoba beberapa merek bra khusus ibu hamil & menyusui hingga akhirnya lumayan menemukan bra yang nyaman dan terjangkau. So far, bra menyusui dari Tally yang bahannya lembut, busa tipis, modelnya lebar seperti sport bra menjadi bra yang nyaman buatku. Oh iya, aku ga beli sekaligus ya, karena aku ga tau nantinya akan butuh upgrade berapa ukuran hingga kehamilan TM 3. Jadi, aku belinya mencicil; misal hanya beli 2pcs dan upgrade 1-2 nomor sebagai perbandingan.


5. Muncul Rambut Halus dan Garis Hitam di Perut
Kehadiran rambut halus dan garis ini awalnya terasa aneh sih. "Kok perut aku jadi berbulu? Kok ada garisnya? Kok garisnya jadi makin tebal?". Namun, setelah aku baca-baca, hal ini juga normal. Untuk masalah garis di perut juga ga ada hubungannya dengan mitos jenis kelamin bayi.


Jujur, aku ga mau panik/ stres, mau dibawa lebih santai aja untuk perubahan-perubahan fisik selama masa kehamilan. Supaya dedek bayi juga ga stres dan dapat tumbuh kembang dengan baik. Namun, aku tetap berusaha supaya 'ga kebablasan', jadi aku tetap melakukan skincare routine seperti biasa. Saat ini, belum ada tanda-tanda kehadiran stretchmark di perut, semoga ga muncul yaaa... Soalnya aku udah punya banyak stretchmark di paha/ pantat dari masa kuliah dulu yang sempat menggendut secara drastis. Hehehe.


Terima kasih sudah membaca.


Regards,
CYNDA

5 Rekomendasi Kado untuk Mewarnai Tahun Baru


Tahun baru tinggal menghitung hari. Ga terasa kalau tahun 2020 terlalu cepat dilewati apalagi masa pandemi membuat kita harus tetap di rumah untuk kesehatan dan keselamatan masing-masing. Biasanya tahun baru diiringi dengan perayaan bersama keluarga, teman, dan pasangan. Tahun baru kali ini mungkin sedikit berbeda, tapi bukan berarti kita tidak bisa ikut merayakannya. Cara lain untuk memeriahkan malam Tahun Baru bisa dilakukan dengan tukar kado untuk saling menyemangati saat memasuki tahun baru.

REVIEW: Bee Botanics Strengthening Shampoo with Royal Jelly


Kamu mungkin sudah familiar dengan produk Clover Honey atau Royale Jelly dari HDI. Apalagi di masa pandemi ini orang-orang juga gencar meningkatkan imun dengan memperbanyak konsumsi vitamin dan nutrisi baik untuk tubuh. Namun, manfaat baik pada madu ga hanya bisa dikonsumsi sebagai pemenuhan nutrisi dan peningkatan imun saja. HDI punya produk-produk skincare dengan kandungan royal jelly, salah satunya Bee Botanics Strengthening Shampoo with Royal Jelly.



Ya. Sebuah produk sampo. Sebagian orang mungkin sudah cocok dengan satu produk dan malas untuk berganti, tapi buatku pribadi ga ada salahnya untuk mencoba produk baru. Apalagi ada kondisi dimana bisa aja tiba2 kita ga cocok/ jadi ga suka dengan sebuah produk/ menghindari produk tertentu. Salah satunya kondisi hamil.

Benar saja, hamil bikin aku jadi lebih picky dalam memilih produk. Sensitif pada bau dan wewangian juga jadi faktor aku untuk mengganti sampo. Belum lagi hormon hamil yang bikin rambut jadi gampang rontok. Makanya aku penasaran banget pengen coba Bee Botanics Strengthening Shampoo with Royal Jelly ini. Orang-orang bilang kalau sampo ini bagus banget atau 'sebagus itu'. Jadi, kita mulai bahas aja ya!


Bee Botanics Strengthening Shampoo with Royal Jelly

Kandungan utama:
+ Royal Jelly
Meningkatkan sirkulasi darah, melancarkan aliran oksigen, menutrisi rambut
+ Provitamin B5
Menguatkan akar dan batang rambut
+Arnica Extract
Memberikan suplai darah dan makanan yang lebih baik ke rambut, mencegah uban dini
+ Nettle Extract
Mencegah produksi sebum/minyak berlebih. Membersihkan folikel rambut
+ Caffeine
Memperlebar pembuluh darah, merangsang aliran darah, dan stimulator pertumbuhan rambut
+ Brewer's Yeast
Membantu memperkuat struktur protein rambut


Manfaat:
+ Merangsang pertumbuhan rambut sehat
+ Melindungi dan menguatkan rambut
+ Memperbaiki rambut yang rusak


Size kemasan:
280ml/botol


Harga:
Rp315.000


Cara Penggunaan:
Basahi rambut dengan air hangat dan pijat lembut sampo ke rambut yang basah sampai ke kulit kepala. Bilas dan ulangi jika perlu.




Ulasan Singkat:

- Kemasan
Dari segi kemasannya menurutku cukup standar. Bee Botanics Strengthening Shampoo with Royal Jelly dikemas dalam kemasan kardus dengan nuansa hijau dan jingga. Botol samponya sendiri berbentuk silinder tapi agak pipih dengan tutup flip. Botolnya transparan jadi aku dapat melihat warna sampo dan jumlah sampo yang tersisa seiring dengan penggunaannya.

- Tekstur dan kandungan produk
Menurutku teksturnya sedikit lebih kental dan aromanya lembut, kadang juga samar/ hampir tidak tercium. Buatku yang indra penciumannya sedang sensitif, sampo ini cukup membantu. Sampo ini punya kandungan SLS (Sodium Laureth Sulfate) tapi berdasarkan pemakaian selama 2 minggu, sampo ini cenderung tidak banyak berbusa. Kalaupun ada, hanya sedikit sekali.

Bee Botanics Strengthening Shampoo with Royal Jelly memang terbuat dari bahan-bahan natural tapi tidak disarankan untuk digunakan pada anak usia dibawah 12 tahun. Karena ada kandungan kafein yang sebaiknya dihindari. Sampo ini membuat rambut lebih lembut dan halus, tapi tidak menyebabkan timbul sensasi licin. Saat dibilas mungkin cenderung kesat alias tidak sehalus jika memakai conditioner, tapi setelah kering rambut tetap terasa halus dan lembut.

Jumlah rambut yang rontok juga jauh berkurang. Saat keramas mungkin masih ada beberapa rambut yang rontok, tapi saat beraktivitas biasa dan tidak sengaja menyisir rambut dengan jari, jumlah rambut yang rontok berkurang jauh. Sebelum pakai sampo ini sih, pasti ada aja rambut yang rontok walau hanya disisir jari. Aku juga merasa rambut aku ga gampang lepek. Jadi lebih nyaman juga untuk keramas 2 hari sekali, biasanya wajib banget keramas sehari sekali karena rambut mudah lepek dan berminyak.




Worth to buy ga?

Sebenarnya balik lagi ke masalah prioritas. Tapi kalo ada budget lebih, boleh banget dicoba karena menurut aku produk ini worth to buy kok. Harga, kualitas, sebanding banget sama hasilnya. Apalagi kalau kamu cukup concern dengan kandungan setiap produk yang kamu gunakan. Mungkin 1 botol sampo ini bisa aku gunakan sampai 1-1.5bulan.

Anyway, kalau kamu tertarik beli, boleh banget loh kontak aku di whatsapp 083898226923. Bisa juga join bareng aku untuk jadi member HDI supaya dapat harga yang lebih murah.


Semoga ulasan ini membantu ya!


Regards,
CYNDA

Kabar Baik di 2020: Kehamilan Pertama


Banyak yang menganggap bahwa tahun 2020 menjadi tahun penuh cobaan, rintangan, dan tidak kondusif untuk menggapai mimpi dan resolusi yang telah dicita-citakan sebelumnya. Memang, kenyataannya pandemi membuat ruang gerak menjadi terbatas tapi bukan berarti tidak membawa kebahagiaan sama sekali, kan?

Awal tahun 2020, aku melangsungkan pernikahan meski harus menjalani kehidupan pernikahan secara Long Distance Marriage (LDM). Selama 6 bulan pernikahan kami hanya bertemu 3 kali, itupun hanya berdurasi 3-4 hari saja. Hingga pada bulan Agustus saya memutuskan untuk WFH selama 2 minggu di Kendari. Keputusan berani karena masih dalam masa pandemi tapi saya sangat ingin mengunjungi tempat suami bekerja.



REVIEW: Batiste Dry Shampoo – Anti Bad Hair Day


Beberapa orang terdekatku pasti ga heran melihat aku keramas setiap hari. Memiliki kulit kepala cenderung berminyak memang bikin rambut jadi cepat lepek, apalagi bagian depan yang tadinya berponi. Kalau sekarang sih aku lebih memilih untuk ga berponi, supaya ga ribet dengan poni lepek. 

Keramas setiap hari mungkin menjadi solusi terbaik saat aku punya banyak waktu, tapi kalau lagi terburu-buru, banyak kegiatan, atau lagi malas keramas tentunya aku harus mencari solusi lain. Salah satunya dengan menggunakan produk Batiste Dry Shampoo atau sampo kering tanpa dibilas. 


REVIEW: Moist Diane Extra Volume and Scalp Shampoo + Conditioner


Udah pernah cobain produk sampo dan conditioner hits dari Most Diane?

Aku memiliki rambut yang cukup tebal dan mengembang tapi kulit kepala berminyak sehingga membuat rambut gampang lepek. Semenjak hamil (saat ini masuk usia 10 mingguan), kulit kepalaku juga cenderung sensitif, seperti muncul banyak ketombe menebal di titik tertentu dan makin lama seperti menyebar. Tidak heran sih, kakak dan adikku, bahkan suamiku juga memiliki kulit kepala yang sensitif dan kakak khususnya juga mengalami dermatitis seboroik pada kulit kepala. Pemilihan sampo pun menjadi lebih selektif. 

Oh iya, karena rambut yang gampang lepek, aku wajib banget keramas setiap hari. Aku ga betah kalau rambut mulai berminyak dan lepek. Sayangnya, keramas setiap hari ternyata membuat batang rambutku menjadi kering. 


Review: Nourish AcnePlast


Hai! 
Kali ini aku akan membahas sebuah permasalahan yang cukup jarang aku alami, yaitu jerawat. Kalau menjelang menstruasi/period, biasanya cuma muncul jerawat kecil di punggung atau area tubuh lain yang tidak terlihat. Kalau di wajah, jarang atau sesekali aja. Makanya aku suka bingung kalau ditanya produk yang ampuh buat jerawat. Tapi, karena aku sering menyimak IG Story teman-teman yang punya masalah jerawat, aku juga lumayan tau walau ga mendalam.

Produk yang aku bahas bukan berbentuk obat/cream ya, tapi acne patch atau stiker khusus jerawat, yaitu Nourish AcnePlast. 


Kulit Cerah Instan dengan Scarlett Whitening


Pada awal 2020 lalu, sering banget bermunculan thread kulit putih dengan cepat.

Thread tersebut tentunya tidak pernah aku skip untuk dibaca, karena aku juga cukup concern dengan perawatan kulit. Khususnya kulit tubuh, karena aku pecinta kaos lengan pendek dan celana tanggung/digulung, tentunya ada beberapa bagian tubuh yang belang dan menggelap.

Beberapa thread yang aku baca: minimal si penulis menyelipkan 1 produk Scarlett Whitening dalam rangkaian perawatan tubuh mereka. Inilah awal kemunculan rasa penasaranku terhadap produk Scarlett Whitening. Apalagi teman-teman blogger dan instagramku juga ramai mempromosikan dan mengulas produk Scarlett Whitening. Penasaran tapi belum sempat beli, karena masih banyak stok produk scrub di rumah (seniat itu, mau banget cerahin kulit badan lagi).

Akhirnya beneran ga sesabar itu dan memutuskan untuk langsung cobain 1 rangkaian produk Scarlett Whitening. Mulai dari Body Scrub, Brightening Shower Scrub, dan Fragrance Brightening Body Lotion-nya langsung aku cobain semua.


6 Keseruan Menjadi SBN


Sociolla Blogger Network atau disingkat dengan SBN, jika kamu berkecimpung di dunia beauty tentunya kamu familiar dengan komunitas yang dimiliki oleh Sociolla, yaitu SBN. Aku sudah bergabung dengan SBN sejak tahun 2016, saat SBN baru dibangun dan perlahan berkembang menjadi sebesar sekarang serta memiliki platform khusus untuk Sociolla member, yaitu SOCO.




Menurutku bergabung menjadi SBN memiliki banyak keuntungan. Ini dia 6 hal keuntungan dan keseruan menjadi SBN selama 4 tahun terakhir.

Laneige Water Bank Hydro Essence untuk Kulit Kering


Dulu aku pikir tipe kulit seseorang ga gampang berubah, tapi ternyata banyak banget faktor yang bisa bikin kulit seseorang berubah 180*. Aku contohnya, bisa dibilang kondisi kulitku yang dulu adalah combination to oily. Tapi sekarang aku merasa kulitku jadi kering. Beberapa waktu juga sempet jadi super kering. Ga nyaman dan ada sensasi 'ketarik'.

Apalagi jika terlalu lama di ruangan ber-AC seperti saat ini: WFH di kamar. Pakai makeup pun hasilnya jadi ga memuaskan. Kulit aku butuh produk yang menghidrasi.



Instagram

Cyndaadissa. Theme by BD.